Cileungsi, Kab. Bogor – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Fatah bekerja sama dengan Politeknik Bakti Kartini menggelar Workshop Creative Writing bertema “Merangkai Tulisan Merawat Peradaban Menyongsong Kemerdekaan Palestina dan Kembalinya Masjidil Aqsa”, yang diselenggrakan di Ruang 1 & 2, Kampus STAI Al-Fatah, Cileungsi, Bogor, pada Selasa (19/8).
Pembicara utama, Aat Surya Safaat, wartawan senior sekaligus praktisi media, menyampaikan bahwa keterampilan menulis yang kreatif dan menarik tidak lahir secara instan, tetapi melalui proses panjang.
“Tulisan yang bernas lahir dari latihan berulang, banyak membaca, berdiskusi, serta terbuka terhadap nasihat dan kritik,” ujarnya di hadapan para peserta mahasiswa dan dosen.
Selain itu, Ia juga turut mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan workshop ini.
“Hari ini saya bersyukur menjadi narasumber workshop creative writing di STAI Al-Fatah, momen ini sangat penting khususnya mahasiswa jurusan komunikasi dan jurnalistik, tapi secara umum, semua jurusan ini mahasiswanya berkepentingan untuk memahami dan mempraktikkan bagaimana cara menulis yang baik”.
Menurutnya, menulis itu memang tidak gampang, sangat sulit. Tapi kita harus percaya diri bahwa kita pasti bisa dan harus berusaha keras.
“Tetapi juga menulis itu harus tetap berpijak pada sopan santun dan akhlakul karimah. Imam Gazali pernah mengatakan, tidak akan sampai ke puncak kejayaan kecuali dengan kerja keras dan tak akan sampai ke puncak keagungan kecuali dengan sopan santun. Dan beliau mengingatkan, mana kala yang di cita-citakan itu baik serta mulia, maka pasti sulit ditempuh serta panjang jalannya.