Bogor – STAI Al-Fatah sukses menyelenggarakan seminar internasional dengan tema “Al-Quds wal Maqdisiyah” pada Rabu, 19 November 2025 di Gedung STAI Al-Fatah Bogor dengan menghadirkan narasumber utama, Prof. Abdul Fatah El-Awaisi, seorang ahli dalam bidang studi Islam dan Timur Tengah.
Dalam paparannya, Prof. Abdul Fatah El-Awaisi membahas tentang sejarah dan keutamaan Al Quds (Yerusalem) dan Maqdisiyah (Masjid Al-Aqsa). Ia juga menekankan pentingnya mempertahankan kota suci tersebut dari ancaman dan agresi.
Seminar ini dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum, baik secara offline maupun online via zoom dan live streaming di Aljamaah TV.
Kegiatan ini merupakan implementasi kerjasama STAI Al-Fatah dengan Politeknik Bhakti Kartini dan Sekolah Tinggi Ilmu Shuffah Al-Qur’an Abdullah bin Mas’ud dalam rangka menyemarakkan kegiatan Bulan Solidaritas Palestina (BSP) yang diinisiasi oleh Aqsa Working Group.

Ketua STAI Al-Fatah, Wawan Hermawansyah, M.MSI, menyatakan bahwa seminar ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang isu-isu Palestina.
“Di tengah realitas bahwa tidak semua kampus memiliki kepedulian atau awareness terhadap kondisi Palestina, kita patut bersyukur kepada Allah karena STAI Al-Fatah ditakdirkan sebagai kampus yang diberi kesempatan untuk tetap peduli, peka, dan terlibat.
Melalui rangkaian kegiatan Bulan Solidaritas Palestina 2025 ini, Allah memberikan wasilah bagi kita untuk terus bergerak, berkontribusi, dan menghadirkan peran akademik dalam isu Al-Aqsa dan Palestina.
Sementara itu, Direktur Politeknik Bhakti Kartini, Dr. Yunita Yusfik, S.KM., M.KM., menambahkan bahwa kerjasama dengan STAI Al-Fatah dalam penyelenggaraan seminar ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di bidang studi Islam dan Timur Tengah.

“Kami dari Politeknik Bhakti Kartini mengucapkan terima kasih, ini merupakan bentuk kegiatan antar institusi Perguruan Tinggi, antara Politeknik Bhakti Kartini dan STAI Al-Fatah merupakan salah satu bentuk implementasi dari kerjasama yang tertuang dalam MOU yang telah kita tandatangani bersama,” ujarnya.
“Tema hari ini merupakan tema yang luar biasa, diharapkan para hadirin dan mahasiswa terutama, dapat mengikuti dengan baik. Karena Baitul Maqdis mempunyai kedudukan penting bagi umat Islam dan menjadi kiblat pertama kaum muslimin. Semoga kita semua yang hadir mendapat ilmu dan manfaat dari narasumber serta dapat meningkatkan kualitas keimanan kita,” tambahnya.
Seminar ini ditutup dengan doa bersama dan penyerahan cenderamata kepada narasumber. Acara ini berjalan lancar dan sukses, serta diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang isu-isu keagamaan dan kebudayaan.