Seminar “El Nino Godzilla 2026”, STAI Al-Fatah Tekankan Sinergi Sains dan Nilai Keagamaan Hadapi Krisis Iklim

Bogor — Lembaga kemanusiaan Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Fatah Bogor menyelenggarakan seminar bertajuk “El Nino Godzilla 2026: Strategi Antisipasi dan Mitigasi Dampak Perubahan Iklim Ekstrem di Indonesia”. Seminar itu diselenggarakan di Ruang 1 dan 2 Gedung Kampus STAI Al-Fatah Cileungsi, Bogor, pada Sabtu (25/4).

Kegiatan ini menghadirkan kolaborasi antara perspektif ilmiah dan pesan moral keagamaan guna membekali masyarakat dalam menghadapi potensi kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino. Seminar tersebut diikuti oleh mahasiswa, relawan kemanusiaan, serta masyarakat umum.

Imaam Yakhsyallah Mansur selaku Pembina UAR – STAI Al-Fatah, dalam tausiyahnya menegaskan bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab keimanan. Ia mengingatkan bahwa kerusakan alam tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga memiliki konsekuensi moral yang besar.

“Merusak alam adalah pengkhianatan terbesar terhadap tanggung jawab umat manusia,” tegasnya.

Penguatan dari sisi ilmiah disampaikan oleh Ketua Tim Prediksi BMKG, Dr. Supari. Dalam paparannya, ia mengungkapkan bahwa fenomena El Nino tahun ini berpotensi mencapai fase kuat dengan peluang yang signifikan.

“Prediksi kami menunjukkan adanya kemungkinan hingga 40 persen bahwa El Nino tahun ini mencapai level kuat,” ujar Dr. Supari.

Melalui seminar ini, penyelenggara berharap tercipta kesiapsiagaan kolektif di tengah masyarakat dalam menghadapi puncak dampak El Nino yang diperkirakan terjadi pada pertengahan tahun 2026. Sinergi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan diharapkan menjadi landasan kuat dalam upaya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim ekstrem di Indonesia.